You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Baru

Kec. Mataraman, Kabupaten Banjar, Prov. Kalimantan Selatan
Info
Selamat datang di Website Desa Jangan Lupa Pakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak

Perkuat Kamtibmas dan Bentengi Remaja dari Narkoba, Polsek Mataraman Gelar Silaturahmi di Desa Baru


Perkuat Kamtibmas dan Bentengi Remaja dari Narkoba, Polsek Mataraman Gelar Silaturahmi di Desa Baru

BARU, MATARAMAN – Kepolisian Sektor (Polsek) Mataraman menggelar Forum Silaturahmi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Balai Kemasyarakatan Desa Baru, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Jumat (5/6/2026) pukul 10.00 WITA. Agenda ini bertujuan memperkuat sinergi antara kepolisian, Pemerintah Desa, Satlinmas, serta tokoh masyarakat dalam mengantisipasi kerawanan sosial.

Pambakal (Kepala Desa) Desa Baru membuka acara dengan mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan lingkungan. Ia menyoroti peningkatan mobilitas alat berat dan truk material seiring dibukanya proyek pembangunan jalan lintas Desa Malii menuju Amai-amai.

"Kami meminta masyarakat dan pengendara lebih berhati-hati. Satlinmas dan seksi ketentraman dan ketertiban (Trantib) juga kami instruksikan untuk aktif mengawasi keselamatan warga di area terdampak proyek," ujar Pambakal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Unit (Kanit) Polsek Mataraman, Imam Hambali, memaparkan program prioritas Mabes Polri terkait pencegahan peredaran narkotika. Mengingat tingginya pasokan narkoba yang masuk ke dalam negeri, ia menekankan pentingnya proteksi ketat terhadap generasi muda, khususnya remaja yang memasuki masa pubertas.

Imam menjabarkan tiga pilar utama dalam pengawasan anak bangsa, yaitu lingkungan keluarga sebagai tanggung jawab orang tua, lingkungan sekolah di bawah pengawasan guru, dan lingkungan pergaulan yang menjadi ranah bersama termasuk pemerintah.

"Menjaga moral generasi muda adalah tanggung jawab kolektif. Jangan acuh dan memandang itu anak siapa. Jika melihat perilaku menyimpang, kita wajib menegur demi menyelamatkan mereka," tegas Imam. Ia juga meminta jajaran RT dan Satlinmas memperketat pengawasan administratif terhadap setiap pendatang baru.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Baru, Dede Purnomo, mengingatkan warga terkait pelaksanaan Operasi Antik yang berjalan selama dua pekan terakhir. Menurutnya, tren peredaran narkoba saat ini kian mengkhawatirkan karena secara masif mulai menyasar kalangan remaja di wilayah pedesaan.

Selain bahaya narkotika, Dede juga mengedukasi warga mengenai maraknya kejahatan siber (cybercrime) berbasis manipulasi psikologis. Ia mengungkapkan, akumulasi kerugian warga pedesaan akibat penipuan daring kini telah mencapai ratusan juta rupiah.

Beberapa modus operandi yang diwaspadai meliputi:

  • Eksploitasi File APK: Pengiriman dokumen palsu seperti resi paket (.pdf atau .apk) lewat WhatsApp yang mampu meretas sistem mobile banking korban.
  • Undian Palsu & Jual Beli Medsos: Modus hadiah fiktif atau transaksi kendaraan murah di media sosial yang mewajibkan korban mentransfer uang muka melalui jasa perantara.

"Jangan pernah mengklik tautan atau mengunduh berkas .apk dari nomor asing, bahkan dari kontak yang dikenal sekalipun. Kami juga mengimbau para orang tua agar membentengi anak perempuan mereka dari bahaya perundungan siber dan pemerasan bermodus penyebaran foto vulgar," jelas Dede. Ia menambahkan, bagi warga yang menjadi korban kejahatan siber, Polsek Mataraman akan memfasilitasi pelaporan untuk ditindaklanjuti oleh Unit Siber Polres Banjar.

Forum silaturahmi ini ditutup dengan dialog interaktif. Melalui komunikasi dua arah ini, Polri dan masyarakat berkomitmen untuk mendeteksi sekaligus meredam potensi gangguan keamanan secara dini sebelum berkembang menjadi konflik sosial.

Bagikan artikel ini:
Komentar